, ,

East Roots Dub Rilis Album Perdana

East Roots DUB, duo asal Makassar yang terdiri dari Papaman sebagai vokalis dan Dralls sebagai produser dan arranger, resmi merilis album perdana mereka bertajuk East Roots DUB. Sebuah karya yang mempertemukan energi akar reggae dengan estetika dub dalam satu paket yang utuh dan jujur.

Album ini sudah lebih dulu hadir dalam format digital sejak 30 Oktober 2025, dan diperkuat dengan rilisan fisik dalam format kaset pada 15 Februari 2026, diproduksi oleh Mahardika Records.

Pemilihan format kaset bukan sekadar nostalgia. Ini adalah bentuk preservasi karya, memastikan musik ini punya wujud yang bisa dipegang, dirawat, dan bertahan melampaui algoritma.

East Roots DUB memuat delapan lagu yang terbagi dalam dua sisi. Seluruh lirik ditulis bersama oleh Papaman dan Dralls, diproduksi oleh Ujungpangdub, dengan mixing dan mastering di tangan Irwan Setiawan.

Side A

Album dibuka dengan Adakah, sebuah pertanyaan sederhana yang justru menyimpan kerinduan paling dalam. Liriknya berputar di sekitar kebersamaan yang hangat: pagi ke malam, malam ke pagi, tangan yang saling digenggam. Tidak ada drama besar di sini. Hanya kehadiran, dan rasa syukur atas kehadiran itu. Dalam lanskap reggae Indonesia yang kerap mengangkat tema perlawanan, Adakah memilih jalan yang lebih sunyi dan, bisa jadi, justru terasa lebih membekas. 

Rahayu melanjutkan perjalanan dengan nuansa yang lebih intim. Seseorang yang datang tanpa paksaan, menghapus dimensi masa lalu, dan membuat fantasi menjadi nyata. Lagu ini terasa seperti surat cinta yang ditulis tanpa tergesa. Kata “rahayu” sendiri bukan sekadar nama. Ia adalah doa. Dan di tangan Papaman, ia diucapkan dengan cara yang membuat pendengar ikut mempercayainya.

Hilang menggeser suasana ke ruang yang lebih sunyi. Berulang kali hilang, berulang kali kembali. Liriknya menggambarkan seseorang yang terus menemukan dirinya kembali di tempat yang sama, dalam pelukan yang sama, seolah semua yang terasa hilang pada akhirnya selalu menemukan jalan pulang. Lagu ini sudah lebih dulu dikenal publik lewat rilisan digital terpisah. Dalam konteks album yang lengkap, ia terdengar berbeda. Lebih berat, sekaligus lebih lega. 

Side A ditutup dengan Kejauhan, lagu yang punya karakter paling bercerita di antara semua track di sisi ini. Mengikuti tokoh bernama Patrick Sambas, seorang rastaman muda yang penuh percaya diri namun perlu belajar dari nasihat ibunya. Ada humor di sini, ada kehangatan, ada kebijaksanaan yang datang perlahan seiring waktu. Dralls membangun groove yang terasa santai di permukaan tapi menyimpan lapisan dub yang terus bergulir di bawahnya. Kombinasi yang membuat lagu ini enak didengar berulang kali tanpa kehilangan sesuatu.

Side B

Bakar Saja membuka sisi B dengan gestur yang paling tegas di seluruh album. Singkat, berulang, dan langsung. Pesannya tidak butuh penjelasan panjang. Apapun masa lalu yang menyakiti, lepaskan. Lagu ini sudah lebih dulu beredar secara digital dan membuktikan bahwa kadang kata yang paling sederhana adalah yang paling kuat. Sebagai pembuka Side B, ia berfungsi seperti reset button. Segala yang berat di Side A dibakar di sini, dan pendengar diajak melanjutkan perjalanan dengan tangan kosong.

Mabuk Cinta membawa irama reggae ke titik paling eforianya. Terbang tinggi, lupa dunia, melodi yang mengalun di hati. Liriknya merayakan cinta yang memerdekakan, bukan yang mengekang. Papaman menyanyikannya dengan cara yang terasa ringan tapi tulus. Di sini East Roots DUB seperti sedang mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dari segala kegaduhan dan menyerahkan diri sepenuhnya pada melodi. 

Amarah adalah track paling lantang secara tematik. Liriknya berbicara tentang janji manis yang penuh dusta, tentang perlawanan terhadap sistem, tentang suara rakyat kecil yang terus menggempar dari lorong sempit hingga jalanan kota besar. Di tengah album yang banyak berisi ketenangan dan cinta, Amarah hadir sebagai pengingat bahwa roots reggae tidak pernah jauh dari kesadaran sosial. Ini bukan kemarahan yang meledak tanpa arah. Ini kemarahan yang terorganisir, yang tahu persis ke mana ia ingin pergi.

Album ditutup dengan Megaloman, mungkin track yang paling personal dan paling dalam secara emosional di seluruh album ini. Liriknya adalah penolakan tegas terhadap penghakiman orang lain. 

Tidak perlu kau ajari aku cara berdiri. Tidak perlu kau ukur aku dengan garis lurus yang kau buat sendiri. Ada luka di sini, tapi bukan luka yang meminta belas kasihan. Ini luka yang sudah menjadi keteguhan. Sebagai penutup, Megaloman terasa seperti pernyataan sikap. Bukan hanya dari karakter dalam lagu, tapi dari East Roots DUB sebagai sebuah proyek.

Satu Dekade Sebelum IniĀ Papaman dan Dralls bukanlah nama baru di skena reggae Makassar. Keduanya sudah lebih dari satu dekade berproses bersama dalam band reggae Galarasta sebelum akhirnya membawa kolaborasi ini ke format yang lebih personal dan fokus lewat East Roots DUB. Album ini bukan titik awal. Ini adalah titik tiba dari perjalanan panjang. Dan rilisan kaset ini, yang dirayakan bersama komunitas pada 15 Februari 2026 di RUHappy Makassar, adalah bukti bahwa perjalanan itu nyata dan layak diabadikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *