Makassar Biennale

  • Writing and Research Workshop Sekapur Sirih in Five Cities

    After the implementation of Makassar Biennale (MB) 2019 was successfully held in four cities and two provinces, this time, MB 2021 will expand its reach in five cities and three provinces, namely Makassar, Parepare, Bulukumba (South Sulawesi), Labuan Bajo (East Nusa Tenggara), and Nabire (Papua). The five cities will be part of the Makassar Biennale…

    Read more

  • Pelatihan Penulisan dan Penelitian Sekapur Sirih di Lima Kota

    Setelah pelaksanaan Makassar Biennale (MB) 2019 berhasil diselenggarakan di empat kota dan dua provinsi, kali ini MB 2021 akan melebarkan jangkauannya di lima kota dan tiga provinsi, yaitu Makassar, Parepare, Bulukumba (Sulawesi Selatan), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Nabire (Papua). Kelima kota itu akan menjadi bagian program pra-event Makassar Biennale 2021 sebagai titik penelitian…

    Read more

  • Pengalaman Seni Tiga Biennale di Indonesia

    Sebagai ajang seni rupa internasional dua tahunan, Jakarta Biennale, Biennale Jogja, dan Makassar Biennale merupakan peristiwa penting yang turut andil dalam pengembangan wacana seni dan kebudayaan, sekaligus menjadi wadah berbagi pengetahuan antarkalangan dengan modus seni. Kehadiran ketiga biennale itu ikut membangun ekosistem seni rupa Indonesia selama tiga dekade belakangan, dengan menawarkan berbagai praktik ‘strategi baru’…

    Read more

  • Bunyi Tana Tiga Masa

    Pada mulanya dua batu diadu seperti bunyi hendak memantik api. Bunyi batu itu diadu dengan tempo makin cepat. Setelah itu, terdengar benturan bambu dalam tempo serupa. Lalu bebunyian lain turut menyertai benturan batu dan bambu itu. Mulai dari gesekan serupa kaki menyeka daun-daun kering, suara air mengalir, hingga teriakan “eii” dari seseorang yang sedari tadi…

    Read more

  • Panggilan Terbuka: Proposal Karya Normal Baru

    Sebuah kerja sama Jakarta Biennale, Biennale Jogja, dan Makassar Biennale Panggilan Terbuka: Proposal Karya Normal Baru Situasi krisis yang disebabkan pandemi global COVID-19 memberikan tantangan baru, tak hanya bagi Jakarta dan Indonesia, tetapi juga seluruh dunia akan sebuah masa depan di mana kondisi kemanusiaan menjadi begitu rentan akan hadirnya ancaman biologis, seperti virus dan mutasi-mutasi…

    Read more

  • Pasang Surut Citra dan Kata

    Seorang lelaki bercelana dengan balutan kain putih dan kaus abu-abu mengatur langkah melewati kerumunan orang yang duduk di atas bekas spanduk. Ia menghadap ke barat dengan membawa seekor ikan cakalang selebar telapak tangan orang dewasa. Sebuah stand mic telah tegap berdiri di atas jalan raya yang dipakai jadi panggung. Ia meletakkan ikan lalu meninggikan stand…

    Read more

  • Imigran, Difabel, dan Keserakahan

    FENOMENA gelombang pengungsi sejak awal abad ke-21 memunculkan seabrek persoalan berskala global. Beragam faktor mendasari fenomena ini, mulai dari perang, konflik sumber daya alam berkepanjangan, dan ‘krisis’ pada suatu wilayah tertentu (negara) yang berujung pada ketidakamanan dan ketidaknyamanan sehingga melahirkan jutaan manusia berpindah dan melintasi satu negara ke negara lain. Seiring proses perpindahan para pencari…

    Read more

  • Unjuk Rasa Warisan Nenek

    Makanan dapat digolongkan sebagai seni, apabila makanan hadir untuk dikonsumsi manusia yang terwujud dalam pengalaman makan. Melalui pengalaman makan yang menghayati dan intim (aesthetic engagement), berbagai makna dapat digali oleh manusia. Keberadaan makna inilah yang dapat menjadikan makanan dapat dikategorikan sebagai seni. Berbeda jika makanan hadir sebagai seni dekoratif di mana makanan hadir sebagai tampilan,…

    Read more

  • Hanya dari Enam Meter Tembok

    Beberapa bangkai kapal kayu terlihat di tepi pantai Pelabuhan Cappa Ujung, Parepare, sekitar 150-an kilometer dari Kota Makassar. Di buritan kapal yang masih tersisa, anak-anak kecil kerap beradu gaya lompat di atas bangkai kapal itu. Beragam gaya dipraktikkan. Dari gaya terbang ala Supermen, sampai gaya tak karuan: ketika dada langsung menghantam permukaan laut. Saya pernah…

    Read more

  • “Ramuan Nenek” dalam Memodapur

    Ramuan Nenek awalnya adalah proyek Kajian Etnobotani Medis yang dikerjakan Erni Aladjai bersama dengan herbalis, ahli botani, dan seniman sketsa. Keinginan Erni untuk melakukan kajian ini bermula dari cerita seorang kawannya yang meminum obat-obatan kimiawi untuk memulihkan tubuhnya pasca persalinan agar luka bekas persalinannnya lekas pulih dan bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti semula. Sayangnya, tidak…

    Read more