Pameran
-

Surat-surat Cinta di Jemuran, Upaya Menyuarakan Perubahan Iklim
Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan. Fenomena ini sudah lama terjadi dan dampaknya merebak ke warga di semua tempat, termasuk di tiga wilayah, yakni Kupang, Lombok, dan Makassar. Tapi dampak kejadian ini tidak dirasakan secara setara. Kelompok rentan seperti seperti penyandang disabilitas, perempuan, lansia, anak-anak, dan masyarakat pesisir kerap menghadapi beban yang lebih besar…
-

Kelas Tanpa Mesin Jet
Bepergian dengan jet tidak baik karena jiwa berjalan lebih pelan daripada raga… Isabel Allende SAYA SUDAH lama tidak naik kapal. Perahu atau lebih kecil, iya. Seingat saya, pengalaman terakhir saya tentang itu ketika berdesakan bersama para porter menapaki tangga saat menumpang KM Kambuna dari Jakarta – Makassar untuk pelayaran dua hari pada tanggal 24 Desember pertengahan 1990-an.…
-

Pameran Arsip 25 Tahun Tanahindie
Tanahindie berdiri tahun 1999 di Makassar. Ia merupakan efek dari angin Reformasi 1998, salah satu momentum turbulensi terpenting dalam sendi kehidupan Indonesia. Sebenarnya awal pendiriannya hanya sebatas ‘ruang bermain’ yang menampung kegelisahan sekelompok mahasiswa yang ‘melarikan diri’ dari membosankannya kehidupan kampus semasa dan beberapa waktu selepas runtuhnya Orde Baru pada 1998. Mereka lalu mengupayakan program,…
-

“Crazy Jenry” Presentasi Karya Jenry Pasassan
Dalam satu kesempatan, Jenry Pasassan pernah berkeluh kesah tentang perkembangan ekosistem seni di Makassar yang belum memadai. Tapi ia juga berharap bahwa perubahan akan segera terjadi. Perlu ada tindakan pro aktif dari para pelaku dan orang-orang yang berkepentingan terhadap perkembangan lingkungan seni ini. Jenry membuktikan harapannya itu dengan menyajikan lima karyanya ke publik dalam pameran…
-

Pameran Seni Rupa: Refresh
Sebuah pameran seni rupa bertajuk Refresh digelar pada 29-30 Juli 2022, berlangsung di Etika Studio Cafe. Ekshibisi kali ini menampilkan karya-karya AH Rimba, Marledy Kadang, Yuli Avianto, Zam Kamil, Iswan Bintang, MAIM. Bersanding bersama pameran tersebut, digelar pula dialog seni yang menghadirkan DR Faisal MRA, Jalaludin Rumi, dan Sapril Akhmady.
-

Catatan si Uwo
Tulisan ini merupakan catatan reflektif Muh. Ilham Darwis atau Uwo ketika mengerjakan pameran arsip 80-an “Kawula Ria”. Menulis pengalaman personal juga adalah cara Uwo untuk menemukan gagasan pamerannya. Musik Kali pertama saya mendengarkan musik yaitu melalui Mama yang setiap pagi hari memutarkan kaset DVD. Kebiasaan Mama itu yang tanpa sadar mempengaruhi kesukaan musik saya. Kaset…
-

Kawula Ria: Pameran Arsip 80-an
Tanahindie mempersembahkan pameran arsip bertema budaya pop era 80-an bertajuk Kawula Ria karya Muhammad Ilham Darwis (Uwo). Pameran ini dikuratori oleh Aziziah Diah Aprilya dan Fitriani A Dalay. Pameran ini merupakan program yang dirancang untuk mendorong kawan-kawan muda di Tanahindie belajar berpameran mandiri dengan sumber daya terbatas. Pameran ini dipicu oleh rasa penasaran kami menyaksikan…
-

Pameran Hasil Lokakarya Kurasi Kurator Muda 2021: “circumstance”
Galeri Nasional Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar Pameran Hasil Lokakarya Kurasi Kurator Muda 2021 “circumstance” pada 2-7 November 2021. Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian program Lokakarya Kuratorial Galeri Nasional Indonesia 2021: Kurasi Kurator Muda. Kurasi Kurator Muda merupakan program lokakarya kuratorial pertama yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Galeri…
-

Sontekan Keseharian di Akhir Tahun
Merasa Pameran Presentasi Keseharian Menyambangi Akhir Tahun Pameran Karya Instalasi, Interaktif, Foto, Video, dan lain-lain. Sejak beberapa bulan lalu di masa pandemi ini, Adrian Hasdiantoro (Iyan), Teguh Fajrin Nugraha (Teguh), dan Husein Abdullah (Cenk) senantiasa mengobrolkan perihal materi studi terbaru yang mereka ikuti. Saat ini mereka bertiga sedang mengikuti program pembelajaran alternatif selama satu tahun…
