Makassar Biennale 2019
-

Reinventing Narration in Museum
New Order regime’s influence through “Green Revolution” program demanded the presentation of the text for the collection of Museum La Galigo which informs that sago was used as an “alternative” food for people of Sulawesi Selatan. In fact, in Luwu Regency, Sulawesi Selatan, which situated around 367 km from Makassar City, in the past, people…
-

Menarasikan Ulang Museum
Pengaruh kebijakan rezim Orde Baru lewat program Revolusi Hijau mereprensentasikan penyajian teks koleksi Museum La Galigo yang menyebutkan bahwa sagu sebagai makanan “alternatif” masyarakat Sulawesi Selatan. Di Kapubaten Luwu di Sulawesi Selatan yang berjarak sekisar 367 kilometer dari Kota Makassar, dulunya masyarakat di sana menjadikan sagu sebagai makanan pokok dan komoditas andalan, lantaran memiliki peranan…
-

Program Magang Makassar Biennale 2019
Yayasan Makassar Biennale membuka kesempatan magang bagi teman-teman mahasiswa dan umum untuk bekerja dan belajar bersama dalam kerja-kerja tim Makassar Biennale 2019. Program magang meliputi: 1. LO (Liason Officer) 2. Fotografer 3. Videografer (editor dan juru kamera video) 4. Desainer Grafis Program magang Makassar Biennale 2019 berlangsung selama dua bulan: 1 September – 31 Oktober 2019 di empat Kabupaten/Kota, yakni Makassar, Bulukumba, Parepare, dan…
-

Program Teman Biennale
Pada perhelatan tahun ini, Makassar Biennale 2019 menginisiasi sebuah program bernama “Teman Biennale”, program yang dikhususkan bagi pelajar dari kalangan siswa SMA/SMK sederajat yang tertarik dengan seni rupa untuk belajar dan bekerja bersama seniman yang terlibat di Makassar Biennale 2019. Melalui program ini, Teman Biennale akan terlibat langsung menemani dan membantu seniman selama proses pengerjaan…
-

Anak Muda Menelusuri Relung Kota
Sebagai bagian pra event Makassar Biennale 2019, Tanahindie menggelar peluncuran dan diskusi buku Kota Diperam dalam Lontang/City Soaked in Drinking Stall pada 16.00 Wita, 23 Maret 2019 di Kampung Buku, Jalan Abdullah Daeng Sirua 192 E, Makassar. Bincang dan kupas buku dwibahasa ini akan menghadirkan tiga pembicara: Anwar ‘Jimpe’ Rachman (penyunting Kota Diperam dalam Lontang), Tasrifin Tahara (doktor…