Event
-
Artmosphere, Reli Rupa #2
Selama pandemi menghantam dunia, kekhawatiran akan surutnya pameran seni rupa luring (offline) menjadi salah satu topik obrolan para pegiatnya, termasuk di Makassar. Namun sekelompok perupa yang bergabung dalam MAIM (Makassar Art Initiative Movement) menggelar pameran “Artmosphere” selama tiga hari, 28-30 Oktober, di Artisan Workshop, Jalan Abdullah Daeng Sirua Lorong 8 Makassar. Pameran yang dikuratori I…
-
Area Bising #3: Merayakan Tahun Baru Lebih Awal
Para pecinta musik bawah tanah di Kota Parepare berpesta tahun baru lebih awal. Mereka berkumpul dan menciptakan moshing (bentuk ekspresi dalam merespons musik dengan cara saling membenturkan diri, saling dorong, memukul, menendang satu sama lain) melalui micro gigs bertajuk Area Bising #3 yang digelar pada 28 Desember 2019. Ini tahun ketiga digelarnya event yang digagas…
-
Menilik Perayaan 10 Tahun Rock In Celebes
Memasuki tahun kesepuluh, Rock In Celebes hadir lebih dari sekadar festival musik. Selain menghadirkan musisi lintas genre yang datang dari berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara, festival ini juga turut mengajak para seniman visual dan komunitas untuk berkolaborasi dalam perayaan 10 tahunnya. Inisiatif Rock In Celebes (RIC) menjadikan festival ini lebih dari musik festival dapat…
-
Perayaan 10 Tahun Rock In Celebes Menghadirkan Line Up Berwarna
Tahun ini, festival Rock In Celebes memasuki usia 10 tahun. Festival ini muncul ke permukaan bukan tanpa sebab. Bermula dari sebuah gigs reguler bernama Chambers Show sejak 2004, hingga berkembang di tahun 2010 menjadi sebuah medium festival bernama Rock In Celebes. Dalam perjalananya hingga tahun kesepuluh, berbagai inovasi terus dihadirkan Rock In Celebes setiap tahunnya.…
-
Serba Serbi Penampilan di Pembukaan Makassar Biennale 2019 – Parepare
Di depan sebuah rumah tua bercat putih, sekitar pukul 19.30 malam, belasan anak-anak dan puluhan orang dewasa mulai berkumpul di Jalan Daeng Parani, Kota Parepare. Mereka datang dan berkumpul menanti malam pembukaan Makassar Biennale 2019 – Parepare, yang berlangsung pada 1 Oktober 2019. Sejumlah orang menggunakan trotoar sebagai tempat duduk. Bagi pengunjung yang tak kebagian trotoar, mereka berdiri, bersila, atau jongkok di atas jalan beraspal. Di…
-
Makassar Biennale 2019 Hadir di Penjara Tua Bulukumba
Sekitar jam setengah delapan malam, beberapa pemuda berdiri di Tarungku Toae, bekas penjara tua Bulukumba, yang berlokasi di perempatan lampu merah Jalan Sudirman. Mereka memastikan orang-orang memarkir motornya dengan rapi, setelah itu mengantar mereka masuk melalui terowongan kecil yang dilukis dengan motif batu merah, menuju halaman Tarungku Toae yang telah dipadati ratusan orang. Di Tarungku…
-
Makassar Music Conference In Prolog Fest “Their Sound: Their History”
Menyimak perkembangan geliat panggung musik di Kota Makassar, musik masih menjadi perangkat yang populer dalam praktik berkesenian yang mampu menghubungkan pesan dan interpretasi bagi siapa saja yang terlibat, pelaku maupun penikmatnya. Meski begitu, stakeholder yang terlibat dalam bidang musik masih sering ditemukan mengalami permasalahan yang repetitif, misalnya dalam hal tata kelola sosial-ekonomi hingga ketersediaan infrastruktur…
-
Sosialisasi 38th UOB PAINTING OF THE YEAR
Talkshow: Pemetaan Seni Rupa Makassar Anwar Jimpe Rachman (Direktur Makassar Biennale) Tita Djumaryo (Direktur Ganara Art) Workshop Linocut on Tote Bag Kamis, 18 Juli 2019 Pukul 14.00 – 18.00 Di Rumata’ Art Space, Jalan Bontonompo 12, Makassar. Tempat terbatas! Registrasi ke http://bit.ly/PoY-Makassar Info lebih lanjut +62 822-1101-1050
-
Panggung Gembira
Menurut Einstein, bermain adalah proses belajar dan meneliti. Melalui bermain, anak-anak mengembangkan kemampuan motorik, psikologis, dan yang paling utama adalah kemampuan bersosialisasi. Pembangunan hari ini adalah pembangunan yang hirau akan ruang main anak. Alih-alih mengharapkan ruang terbuka hijau, setiap lahan kosong justru ditumbuhi subur oleh perumahan dan pertokoan. Pola infrastruktur pembangunan Indonesia dari masa ke masa lebih banyak…
-
Ekspresi Seni Media di Ruang Publik — Improve the City: Bunyi Gerak Visual
Seperti apa nasib kota di masa depan? Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama. Setidaknya peran seniman menjadi salah satu tumpuan terpenting. Kenapa begitu, karena bagaimanapun peradaban kota tidak bisa lepas dari nilai-nilai estetis di dalamnya. Baik dalam hal-hal yang filosofis, maupun terkait budayanya. Sebagai bentuk dukungan kegiatan Ekspresi Seni Media di Ruang Publik, Yayasan Kesenian…