Artmosphere, Reli Rupa #2

Selama pandemi menghantam dunia, kekhawatiran akan surutnya pameran seni rupa luring (offline) menjadi salah satu topik obrolan para pegiatnya, termasuk di Makassar. Namun sekelompok perupa yang bergabung dalam MAIM (Makassar Art Initiative Movement) menggelar pameran “Artmosphere” selama tiga hari, 28-30 Oktober, di Artisan Workshop, Jalan Abdullah Daeng Sirua Lorong 8 Makassar.

Pameran yang dikuratori I Wayan Sriyoga Parta ini merupakan rangkaian dari Reli Rupa yang digelar MAIM untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya menggelarnya pada 11-12 September 2020, di Find Art Space, Antang, Makassar. Para seniman yang akan berpameran pada gelaran kedua ini adalah Jenry Pasassan, Haroen P Mas’ud, Amrullah Syam, Endeng Mursalin, AH Rimba, Budi Haryawan, Muhammad Suyudi, Avi Yulianto, Ahmad Anzul, Achmad Fauzi, dan Faisal Syarif.

Menurut Jenry Pasassan, kata ‘artmosphere’ seketika melintas ketika berlangsung bincangan dan berbagi pengalaman hidup dengan Faisal Syarif di pertemuan Rabu Malam MAIM. 

“Ini merupakan satu upaya yang dibangun secara intensif untuk saling berbagi rasa dan karya yang bertujuan menyebarkan benih pohon kreatif seni rupa Makassar yang penuh dinamika; pada tanah-tanah subur terbengkalai yang menanti untuk diolah penuh semangat,” terang Jenry, seraya mengimbuhkan bahwa pameran ini rencananya akan dihadiri pula oleh DR Melani Setyawan.

Gelaran Reli Rupa #1 dilangsungkan sederhana, yang menurut Jenry ‘jauh dari standar konvensional penyelenggaraan pameran seni rupa’. “Namun keterbatasan itu bukanlah penghalang kami membagi rasa dan karya. Spirit MAIN menjadi oksigen untuk bisa bergerak dinamis. Kritik dari kawan-kawan melihat kegiatan ini menjadi masukan dan mengendap sebagai bahan permenungan dan diskusi MAIM,” tambah Jenry.

Memang tantangan MAIM secara kolektif tidak mudah. Namun terlaksananya ekshibisi ini tentu bakal mengudarkan harapan besar di ranah seni rupa Makassar. Pameran ini sangat jelas menolak takluk pada keadaan stagnan selama pandemi dan kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bila masa-masa itu kelak berakhir.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan