Makassar Biennale
-

Pertunjukan Tanpa Panggung: Merayakan Rasa dan Asa Melalui Babakan
Membaca buku Hanya Ada Babak, Tidak Ada Panggung (Makassar Biennale – Tanahindie, 2024) adalah bentuk lain dari upaya mengulurkan tangan pada hal-hal yang pernah saya temui, namun belum benar-benar saya kenali. Buku ini menjadi pintu untuk kembali menyelami Makassar Biennale 2023, perhelatan budaya dua tahun sekali yang pertama kali saya dengar melalui keikutsertaan menjadi peserta Lokakarya Bakka pada Agustus 2024 lalu. Kala…
-

Gerbong Pesan-pesan – Sekilas Catatan Pemeristiwaan MB 2023 dari Jarak Jauh
Saya merasa senang dan bangga berkesempatan untuk ngobrol dengan teman-teman Kolektif Videoge Labuan Bajo terkait sebuah buku. Saya senang karena dapat kesempatan untuk menyelami hasil renungan sejumlah penulis yang tertuang dalam buku yang reflektif berkenaan dengan pengalaman mereka. Juga bisa mengalami letupan-letupan di pikiran yang terkadang mendorong untuk berhenti sejenak. Merenung. Bahkan membaca ulang beberapa…
-

Babak-babak yang Bercerita: Panggung MB 2023 dalam Sebuah Buku
“Hanya Ada Babak Tidak Ada Panggung” judulnya. Kumpulan tulisan yang lahir dari perhelatan Makassar Biennale (MB) 2023, sebuah festival seni rupa dua tahunan yang berusaha menghubungkan persoalan seni dengan realitas sosial dan sejarah lokal. Buku ini menjadi wadah refleksi bagi para penulis, seniman, dan pemagang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Melalui rangkaian tulisan yang tersusun…
-

Me-Rupa-kan Amatan
Saya berjumpa dengan personel Pangkep Book Party (PBP) pada pekan akhir Juli lalu, kesepakatan bertemu tersaji usai membangun percakapan melalui pesan WA mengenai ajakan terlibat dalam program yang bakal digelar awal Agustus di Makassar. Semuanya berlangsung cepat saja akibat perubahan jadwal kegiatan yang seharusnya digelar pada September atau Oktober. Setelah terhubung melalui ruang daring Zoom…
-

Seniman di Belakang Saja
(Mengamati Songkabala Lae-Lae! dari Luar dan Dalam) SEORANG PEREMPUAN muda menangis di tengah kerumunan di bawah pohon asam besar yang bercabang bagai katapel raksasa. Beberapa kerabat perempuannya mencoba menenangkan. Si perempuan jadi seperti gagu, merengek, dan berurai air mata. Ia hentak-hentakkan kaki seperti bocah kehilangan mainan. Ia mengisyaratkan kedua tangannya menabuh, seraya menunjuk ke arah keramaian…
-

Press Release Makassar Biennale 2023
Makassar Biennale (MB) segera digelar dan dibuka pada 9 September 2023. Ajang seni rupa internasional dengan tema abadi Maritim ini akan berlangsung hingga 30 Oktober 2023. Agenda residensi, pameran, lokakarya, wicara seniman, simposium, dan beragam program lainnya akan diisi oleh seniman, praktisi, dan warga di lima kota, yakni Makassar, Pangkep, Parepare, Labuan Bajo, dan Nabire. Berbeda dengan…
-
Kisah-Kisah Air yang Pernah Ada
Riwayat Gunung dan Silsilah Laut: Sejarah Baru tentang Air, Perkampungan, dan Migrasi di Makassar, Nabire, Labuan Bajo, Parepare, dan Pangkep | ISBN: 978-623-90129-4-6 | Makassar Biennale – Tanahindie | Maret 2023 | xi + 156 hal Memori masa kecil saya di kampung dibuka oleh ingatan saat mandi dan mencuci di sungai. Kampung nenek, Desa Tabo-Tabo,…
-

Anak Muda dan Narasi Sejarah
Minggu, 19 September 2021, pukul 14.00 Wita, sekelompok anak muda berkumpul di Rumah Putih, Jl. Dg. Parani, No. 1. Rumah keluarga mantan walikota pertama Parepare itu diramaikan tim kerja Makassar Biennale (MB) Parepare 2021 dan seluruh seniman residensi. Dua tahun sebelumnya, dapur Rumah Putih pernah menjadi galeri pameran MB 2019. Pada pagelaran tahun 2021 ini,…

