Daun Rimpapake: Obat Perempuan Manggarai

Episode ini merupakan hasil wawancara peserta program penulisan dan penelitian “Menghambur Menyigi Sekapur Sirih” bersama narasumbernya. Program ini menjadi salah satu agenda menuju Makassar Biennale 2021—Maritim: Sekapur Sirih, yang berlangsung di enam kota yaitu Makassar, Bulukumba, Parepare, Pangkep, Labuan Bajo, dan Nabire.

Pada episode art.e.fact podcast kali ini, Nikolaus Niku (75), seorang mantan penari caci yang melakukan praktik pengobatan menggunakan daun ‘rimpapake’, menceritakan proses pengolahan daun rimpapake menjadi obat yang disebut ‘barak’ dan pengobatan luka dalam bagi perempuan pasca melahirkan di Manggarai. Obrolan podcast sesi ini merupakan penelitian Aden Firman, Amir Hamza, Bondan FM, Yus Juliadi, Saputri Firman, dan Yayat Afrizal (tim kolektif Videoge), yang juga urun berpartisipasi dalam program “Menghambur Menyigi Sekapur Sirih” di Labuan Bajo.

Dengarkan obrolan lengkapnya di #artefactpodcast episode “Daun Rimpapake: Obat Perempuan Manggarai”.

Obrolan lengkap episode “Daun Rimpapake: Obat Perempuan Manggarai”.

Selengkapnya, pantau episode lain siniar art.e.fact di Anchor FM: https://anchor.fm/artefact7 dan Spotify: https://spoti.fi/3keTRNn

Pengarsipan dalam bentuk audio ini tidak kami batasi hanya pada proyek yang kami kerjakan. Tim kerja ArtefactID juga mengundang Anda semua menyumbangkan berkas (file untuk kami bantu olah dan arsipkan di situs ini).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan